c5s

[complete.colorful.comfortable.cheerful.creative] school


You are not connected. Please login or register

Hanaze's Story [Broken Wings,Ending of my life] (chapter 1)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

Minorita Shinobu


4th Grade Student
4th Grade Student
Dari dulu,aku selalu memikirkan tentang apa yang terjadi dengan diriku di masa depan,aku selalu membayangkan bahwa diriku akan bahagia dan hidup bersama dengan orang yang aku cintai. Tapi apa?

Hidupku penuh dengan siksaan batin,dan fisik.

Namaku Yamagi Hanaze Rissei,kalian bisa memanggilku dengan Rii,atau Hanaze. Aku gadis berusia 14 tahun dan menjalani masa SMP-ku di SMP Tomodachi. Aku kelas 3 SMP lebih tepatnya,aku anak kembar dari 6 bersaudara. Tapi sayang,ketika aku masih berumur 5 tahun,kembaranku meninggal karena kecelakaan.

Aku hidup bersama keluargaku,mungkin,kalian mengira bahwa aku tinggal dengan rukun bersama orangtua dan juga kakakku. Namun,kenyataannya gak begitu. Setiap hari,ada saja pertikaian-pertikaian kecil yang berakhir dengan mengenaskan di rumahku. Yah,keluargaku bisa dibilang sangat membenciku.

Lalu,bagaimana dengan masa-masa SMP-ku?

Aku tak mempunyai teman di SMP,aku selalu dihina,dicaci maki,dan digunjingkan oleh teman-temanku. Sakit hati? Tentu saja,tapi aku selalu memendamnya dan mencoba untuk menggantinya dengan senyuman. Walaupun rasanya perih sekali.

Semua itu terus berlanjut sampai akhirnya terjadi sesuatu dengan diriku.

Pagi itu,tubuhku seperti tak bisa digerakkan. Dan rasanya perih sekali..

Aku mencoba untuk bertahan dengan rasa sakitku ini,aku bangun dan melihat diriku di cermin. Wajahku pucat,sangat pucat dan lebih menyerupai mayat. Lalu aku mandi dan berganti pakaian dan segera pergi menuju meja makan dengan membawa tas sekolahku.

Semuanya berjalan begitu biasa di ruangan itu,tapi entah mengapa,kakakku,Touya menatapku penuh dengan perhatian dan ia pergi kearahku. Kemudian ditatapnya aku dalam-dalam dan bertanya,

”Kamu gak apa-apa kan,Rii?” Tanyanya kepadaku.
Aku bingung harus menjawab apa,karena baru pertama kali inilah Touya berbicara denganku dengan tatapan seperti ini. Lalu aku bilang,

”Aku gak apa-apa kok kak” jawabku dengan gugup. Berharap dalam hati bahwa ia tak akan bertanya lebih jauh tentang wajahku yang makin lama makin pucat ini.

”Ya sudah,ayo kakak antar kesekolah” Terus Touya yang kemudian menggandeng tanganku untuk segera beranjak pergi.

Touya mengantarku sampai ke sekolah,dan ia juga menawarkan untuk menjemputku pulang nanti. Tapi aku menolak,aku ingin pulang sendirian. Dan aku segera pergi menuju kelasku.

Dikelas pun,aku hanya diam. Memikirkan sikap Kak Touya yang tiba-tiba berubah. Ada apa dengannya? Tetapi,aku dikejutkan dengan sindiran seseorang. Oh,rupanya Chintya beserta geng-nya itu menghampiri mejaku. Kemudian berkata

”Dasar tidak berguna,mati aja sana!” katanya yang membuat semua mata menuju padaku dan tertawa terbahak-bahak kearahku. Aku hanya bisa diam,ingin melawan tapi tak bisa,jadi hanya seutas senyum itulah aku membalas sindiran itu. Untung saja itu hanya sebentar,karena guru sudah memasuki kelasku dan kami semua menyiapkan buku masing-masing dan belajar seperti biasa.

Namun,pada pertengahan pelajaran..guruku mendatangi mejaku dan menatapku dengan tatapan yang aneh. Aneh sekali,seakan ia akan mengatakan bahwa aku sakit,atau apalah yang sejenis dengan itu.

Lalu,ia berkata..

”Hanaze,kamu tak apa-apa,nak? Wajahmu pucat bagai mayat..” Dan perkataannya itu membuat semua mata lagi-lagi menuju kearahku. Sebelum Guru tadi mendapat jawabannya,Chintya berkata,

”Alah,paling juga buat cari perhatian,jangan percaya dengan Hanaze,pak! Dia itu penipu!” Lalu semua anak dikelas itu tertawa dan mengejekku habis-habisan dan rasanya aku ingin menangis. Tapi aku terus bertahan untuk tidak menangis.

Bel pulang pun berbunyi,aku segera membereskan peralatanku dan pulang,aku berjalan dengan sangat lambat..karena aku benar-benar sakit. Terutama di kepalaku,seperti ditusuk jarum yang ujungnya tajam sekali. Aku baru saja akan berjalan menuju seberang ketika seseorang berteriak minta tolong,aku mencari sumber suara itu..dan suara itu ternyata milik Chintya,saat aku melihat kearahnya,sebuah truk akan menabrak dia. Aku tak bisa membiarkan ia ditabrak,lalu aku berlari secepat mungkin kearahnya,mendorong dia ke sisi jalan,tapi aku tidak sempat menolong diriku sendiri..

Aku tertabrak truk itu,saat itu..yang kuingat,Chintya berlari kearahku dengan isak tangisnya,mencoba memanggilku perlahan...syukur ia selamat dari bahaya. Kemudian aku tak bisa melihat apapun lagi.

Lima jam sesudah itu,aku terbangun dan merasakan ada ”sesuatu” ditanganku. Apa ini? Sebuah tangan memegang tanganku dengan erat,lalu tanganku bergerak,ia terbangun. Kak Touya ada disampingku,lalu membelai kepalaku dengan pelan..

Dan mengatakan,”Ada aku disini,sekarang sudah tak apa-apa” Aku ingin menangis,karena tak mampu menahan rasa sakit yang sudah lama aku pendam ini. Tapi aku tak boleh menunjukkan kesedihanku ini pada orang lain,termasuk kakakku sendiri.

Adegan itu tak berlangsung lama ketika sang dokter masuk ke ruanganku dan menyapaku dengan ramah..

Lalu terjadilah percakapan ini,

”Bagaimana keadaanmu,sayang?”
”Seperti yang anda bisa lihat,dok”
”Saya ingin mengabarkan berita kepada Hanaze”
”Tentang apa?”
”Kaki anda..” Dokter itu memutus kata-katanya

”Ada apa dengan kaki saya,dok?”

”Kaki anda lumpuh..”

Aku tak percaya dengan apa yang dikatakan dokter itu.

Aku lumpuh...

Aku tak bisa menahannya lagi,menahan semua perih yang menjanggal di seluruh tubuhku,lalu aku memegang erat tangan Kak Touya dan menangis keras..

”Kak..aku..aku..” Tangisku memecah sunyinya malam itu dan aku berteriak kencang

”AKU LUMPUUHHHHHHHHHH!!!!”

Cerita bersambung

Lihat profil user http://ishikawachan.deviantart.com

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik